Latar Belakang
Urgensi Infrastruktur: Kondisi jalan dan trotoar yang baik merupakan urat nadi mobilitas dan keselamatan warga di Kota Bogor.
Keterbatasan Sistem Saat Ini: Ekosistem pelaporan Smart City yang ada (seperti Bogor Single Window/SiBadra) sudah berjalan baik, namun belum memiliki modul visualisasi geospasial (WebGIS) spesifik yang memetakan klaster kerusakan secara interaktif.
Potensi Pendekatan Partisipatif: Dibutuhkan sistem berbasis Crowdsourcing agar masyarakat dapat menjadi "sensor aktif" yang melaporkan koordinat dan bukti kerusakan secara real-time langsung dari lapangan.
Rumusan Masalah
Bagaimana merancang dan membangun antarmuka sistem WebGIS "SmartRoad" untuk pemetaan risiko jalan dan trotoar rusak di Kota Bogor?
Bagaimana menerapkan metode pengumpulan data berbasis crowdsourcing agar pelaporan masyarakat terintegrasi secara langsung ke dalam dasbor analitik spasial?
Apakah sistem WebGIS yang dibangun efektif dan fungsional dalam memfasilitasi pelaporan dan manajemen data infrastruktur publik?
Tujuan Penelitian
Menghasilkan prototipe perangkat lunak WebGIS "SmartRoad" yang fungsional untuk wilayah Kota Bogor.
Mengimplementasikan fitur pelaporan crowdsourcing (titik koordinat, foto, deskripsi) yang terhubung langsung dengan peta digital menggunakan metode Marker Cluster.
Mengevaluasi tingkat keberhasilan dan fungsionalitas sistem melalui pengujian Black-box dan pengujian kepuasan pengguna.
Manfaat Penelitian
Bagi Penulis: Mengaplikasikan ilmu pengembangan perangkat lunak secara full-stack dan memperdalam keahlian teknis dalam merancang arsitektur Sistem Informasi Geografis (SIG).
Bagi Ilmu Pengetahuan: Memperkaya literatur akademik terkait penerapan teknologi crowdsourcing dalam pengembangan sistem e-government dan Smart City.
Bagi Masyarakat & Instansi: Memberikan ruang pelaporan yang lebih spesifik dan transparan bagi warga, serta menyediakan alat bantu visual (dasbor pemetaan) bagi pemerintah untuk memprioritaskan alokasi perbaikan infrastruktur jalan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar