Aku sering merasa dunia ini berjalan terlalu cepat, sementara aku masih tertinggal di persimpangan—menunggu sesuatu yang entah kapan datang. Ada banyak hal yang tidak kumengerti: tentang manusia, tentang takdir, kehidupan bahkan diriku sendiri (apalagi kalau sudah ketemu soal algoritma yang lebih rumit dari hubungan manusia).
Aku menulis di sini bukan untuk menjadi orang bijak meski aku tahu, aku mungkin tidak bisa menjadi orang yang cinta kebijaksanaan. Karena jujur saja, kalau hidup bisa dijawab pakai Google, mungkin aku sudah lulus jadi orang bijak sejak semester satu. Aku cuma butuh tempat dan ruang untuk membuang pikiran sampahku—daripada membuangnya di story WhatsApp dan disangka aku jadi orang paling depresi sedunia.
Kadang aku akan berbicara tentang perasaan, kadang tentang pertanyaan-pertanyaan yang bahkan tak punya arah. Blog ini mungkin tidak istimewa, tapi bagiku ia seperti tong sampah digital: aman untuk menampung isi kepalaku yang kadang serius, kadang konyol, dan seringkali nggak jelas.
Kalau ada yang baca lalu ikut tertawa—entah karena lucu atau kasihan—itu sudah cukup. Karena siapa tahu, di balik semua absurd ini, kita sama-sama butuh hiburan kecil sebelum kembali bergulat dengan drama kehidupan yang rasanya ditulis oleh penulis skenario iseng. Oh jangan tanya aku siapa penulisnya!? Karena aku juga seringkali menjadi tukang pembuat skenario amatir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar